Senin, 08 April 2013

DIJUAL RUMAH & BANGUNAN - MEDAN 2013

Luas Tanah = 512m2 (16 x 32) Terdiri dari : 1 Rumah Induk + 6 Rumah Kontrakan(Sewa)
Lokasi : Jl.Perjuangan Gg.Keluarga - Setiabudi (Dekat Komplek TASBIH) 
Halaman : Luas dengan Lebar Badan Jalan Gang (3 m) dapat masuk Mobil/Kendaraan. 
Strategis : Dekat Pajak (Pasar), Kampus USU & Univ.Medan AREA; Jalan Ring Road. 
Harga per Meter = Rp.2 jt (Nego) Hub : AYA (08126312225) Maaf tanpa perantara.

Jokal jokal ekplorasi ke Hutan


Cerita ini era tahun tujuh puluhan s.d. tahun sembilan puluhan dengan menyusuri jalan setapak dengan dikiri kanan padang ilalang lebat dan semak belukar hutan kayu sungkai dikelilingi perpohonan karet tua, kebun lada dan kebun kopi. Jarak pondok tempat tinggal mereka satu sama lain (tetangga) saling berjauhan tidak seperti di Desa ataupun Kampung perkotaan.
Dipagi hari sampai dengan siang hari yang terdengar hanya suara-suara jeritan berbagai jenis kera dan babi hutan dan jika malam hari yang terdengar hanya suara burung-burung malam dan jeritan suara kijang juga terkadang suara rusa (menjangan).
Gelap gulita tidak ada penerangan hanya cahaya rembulan dan bintang-bintang dilangit serta kunang-kunang ikut menghiasi gelapnya malam.
Setelah berjalan beberapa puluh meter bahkan hingga ratus meter baru dijumpai Pondok panggung yang berlantaikan bambu dengan atap sirap dan dinding dari kulit kayu disisi luar dinding kiri dan kanan serta dapur bergantungan buah bernuk (buah maja) yang sudah dikeringkan dan dilubangi dikorek isinya, buah tersebut mereka gunakan sebagai gayung / wadah tempat air yang diambil dari sungai untuk kebutuhan minum dan masak sehari-hari mereka.
Itulah suasana dan keadaan pondok orang-orang pedalaman yang tinggal ditepi hutan belukar. Tidak ada lampu listrik ataupun alat elektronik sperti Televisi, VCD, dan Audio yang ada hanya radio kecil yang dapat dihidupkan dengan menggunakan batu batere kering sebagai alat hiburan, itupun siaran yang dapat mereka dengarkan hanya dari frekuensi AM kadang SW jika cuacanya bagus dan tidak ada siaran FM yang terdengar, namun begitu mereka nikmati kehidupan dengan tenang,tentram dan damai.
Rezeki yang mereka dapat hanya dari hasil berkebun tanaman keras (tahunan) seperti Karet, Kopi dan Lada. Yang sangat prihatin mereka nikmati hanya seperempat bagian saja dari hasil panen karena sudah dipanjar oleh para Tengkulak sehingga hidup mereka pas-pasan walau tanah kebunnya luas perlu modal banyak untuk mengelolanya.
Jika ingin memiliki lahan baru, harus kerja keras dengan merambah hutan baru untuk dijadikan kebun, sementara hutan yang ada sudah menipis bahkan sudah lenyap, karena banyak Petani-petani Berdasi yang ikutan mengambil bagian mereka.Sekarang di era tahun 2000 entah bagaimana apakah ada perubahan kondisi orang-orang pedalaman tersebut dengan hutannya dan hewan-hewan disekelilingnya….?. Situasi jaman sudah berubah dan saya juga tidak tahu karena tidak pernah lagi ber-eksplorasi.
Jika Anda sudah baca KLIK ini : http://shalatsempurna.com/member.php Kalau mau nambah Gizi untuk Rohani kita agar lebih sehat, kuat & berkualitas dalam arti tingkat keimanan kita terhadap Allah SWT. 

MISTERI MISTIS AJI SIREP BABI HUTAN

Ini cerita bukan berburu dengan cara tradisional dengan memakai tombak ataupun jerat dengan bantuan para serdadu beberapa ekor anjing sebagai pengiring, tapi ini adalah berburu “One Man Show” sebagai pengintai dengan style target atau style hunting istilah keren para sniper untuk nge-mig si hewan buas. Mungkin bagi hunter yang hobby (nyanggong) dimalam hari khususnya Babi Hutan atau Celeng, punya kenikmatan dan pengalaman tersendiri. Kenapa begitu? karena hewan jenis Babi Hutan ini mempunyai Ilmu Mistis seperti Aji Sirep apabila ingin menyerang masuk ke area tanaman para petani penduduk desa yang ditepi hutan dengan secara tunggal (sendiri) maupun secara rombongan (gerombolan).
Aji sirep tersebut mirip ilmu para maling/pencuri yang digunakan untuk melumpuhkan penghuni rumah agar tertidur lelap macam orang mati, maka dengan leluasa si maling dengan menguras seluruh harta benda yang ada. Demikian juga yang dimiliki hewan Babi Hutan (Celeng) ini.

Rata-rata kekuatan magis sirep ini dimiliki oleh babi-babi hutan adalah yang sudah senior apabila secara kelompok (gerombolan) maka komandannya selaku pimpinan yang memiliki sirep tersebut juga apabila 1 (satu) ekor (sendiri) ini yang sering disebut “Babi Tunggal” ilmu sirepnya yang dimiliki sangat tinggi bersikap tenang berwibawa tubuh bulat tegap sebesar anak kerbau serta kulitnya tebal dengan warna hitam keabu-abuan untuk melumpuhkannya kita shoot harus pas mata, pelipis atau batok kepalanya ataupun daerah paha depan bagian dada (jantung & paru-parunya), jika bagian lain paling-paling hanya nempel di kulitnya saja terus lari dia .... he he he.

Ini kejadian sesungguhnya yang Anegout alami beberapa tahun yang silam juga waktu itu Anegout masih bujangan itupun karena hobi & refreshing yang tidak lain hanya untuk melatih kesabaran dan kekuatan alam fikiran, yang mana kejadianya adalah pada malam hari dengan lokasinya ditepi hutan Desa Sawojajar-II yang dikelilingi perkebunan Karet Pribumi dan Ladang Tanaman Kacang dan Jagung para Transmigran Ex - TNI AL tepatnya didaerah Sungkai Selatan – Lampung Utara.
Anegout ambil posisi untuk mengintai tepatnya ditepi kebun karet berbatasan antara ladang petani dan hutan semak belukar dengan jarak lebih kurang 25 meter dari arah hutan dan padang ilalang serta ladang tanaman kacang tanah & jagung milik salah satu petani. Anegout duduk diatas sebatang pohon karet tua dilengkapi peralatan khusus untuk nyanggong malam, seperti senter, topi sarung kepala, jacket dan sebuah senapan Springfield lengkap 1 (satu) hower isi delapan butir, skip plisir sudah disetel untuk target malam hari, maklum karena Springfield ini peep holenya kecil sekali tidak dapat dilihat jika pada malam hari berbeda dengan Automatic Karaben yang berbentuk V (victory). Titik ujung laras ditempel seal cat lumlite.

Sambil mengintai menunggu waktu kedatangan Si Babi Hutan tersebut, sudah tiga batang rokok dihisap juga dihibur dengan nyamuk-nyamuk hutan yang menari-nari ditelingaku. Tak lama kemudian terdengar sayup suara serak seekor burung maling ... Cieek..Cieek...Cieek Cieek, seperti itulah kode tanda bahwa Si Celeng Maling (Babi Hutan) akan datang dan bergerak untuk aksi serangannya.
Selang beberapa menit setelah suara burung maling tersebut tidak terdengar lagi selanjutnya suasana menjadi hening sunyi senyap suara jangkrik dan kodokpun pun tak terdengar diiringi suhu udara yang dingin terasa ketulang sumsum serta cuaca berkabut serta langit menjadi mendung gelap tertutup awan tidak ada bintang dan rembulan dan hampir cukup lama juga untuk menunggu kemunculannya Babi Hutan ini antara 15 s.d. 25 menit. Karena sedang terjadi proses mistis penyebaran Aji Sirep Si Babi Hutan tersebut.
Karena hewan Babi-babi hutan ini insting dan nalurinya tajam mereka tahu apabila para penduduk desa penghuni ladang tersebut ada yang masih belum tidur ataupun ada yang berjaga-jaga / nyanggong (istilah berburu sambil mengintai dalam bahasa kampung), disitulah kekuatan mistis ilmu sirepnya dikirim ke sekitar area yang akan mereka serang. Mereka selalu menyerang lewat tengah malam apabila rembulan telah tertutup awan. Yang selalu ditandai oleh kode suara serak kicau seekor burung malam (burung maling), maka Si Babi komandan ataupun Si Babi Tunggal tersebut langsung mengalirkan hembuskan mistis ilmu sirepnya lewat moncong dengan kepala mengadah kelangit mulut menyeringai penuh air liur dan taringnya yang mencuat.

Saat itu yang terjadi disini adalah kita melatih kesabaran dan mengadu kekuatan batin kita dengan hewan tersebut. Yang mana kita harus menang, karena apabila kita kalah akan habis dan hancur tanaman para petani tersebut (kasihan’ kan). Tanda – tanda dari kekalahan kita tersebut ialah :
Dengan secara tiba-tiba kita akan mengantuk berat sekali bahkan kelopak mata kita ini sukar untuk dibukanya kemudian tertidur dengan nyenyaknya saat kita tertidur kemudian kita dihibur dengan bunga-bunga mimpi yang indah, biasanya sirep mimpi yang di hembuskan Si Babi Hutan ialah mimpi seperti Makan-makan Enak sambil Menaiki Kendaraan.

Apa yang terjadi setelah kita sadar dan terbangun ? rupanya Si Babi hutan telah habis melibas tanaman para petani tersebut dan pergi sambil meninggalkan bekas sampah berserak kulit kacang bongkahan tanah macam didozer dan kulit jagung berserak dan batang jagung bertumbangan habis dilibas. Mereka dalam sekejap seiring dengan lelapnya tidur kita bisa menghabiskan lebih kurang 1,5 s.d. 2 rante (1 rante = 20M2) seperti tanaman : Kacang Tanah, Jagung, Padi ataupun Ubi Kayu (Singkong) itupun tergantung rombongan dari pasukan yang dibawa komandan untuk menyerang.
Begitu kuatnya aroma magis Aji Sirep yang dikirim Sang Komandan (Si Babi Hutan) untuk melumpuhkan kita yang berjaga ataupun para penghuni sekitar ladang yang belum tidur.
Untuk itu Anegout memang sudah lama pelajari dan cermati hal tersebut dimana kekuatan serta kelemahan Aji Sirep Babi Hutan ini.

Tepat dimalam itu Aku lupa tanggal dan harinya telah terjadi adu kekuatan batin antara Anegout dengan Si Komandan Celeng (Babi Hutan).. proses lumayan lamanya dari menit ke menit, namun Anegout dengan tekad serta keyakinan yang kuat atas izin Allah SWT dari lubuk hati ini untuk melawan kekuatan magis sirepnya.....! apa yang terjadi ternyata Anegout menang mutlak....! dan Si Komandan Celeng ini kalah dimana Anegout saksikan awal kemunculannya yaitu dari arah semak belukar disudut tepi hutan. Mereka akan menyerang ladang milik salah satu petani transmigran tersebut arealnya memang ditepi hutan tersebut nampak .... satu bayangan hitam pekat macam sepotong gelondong kayu besar tidak bergerak dan tidak bersuara ... itulah dia Sang Komandan (Babi Hutannya).

Ternyata dia kalah dan kena tipu, mungkin dikira Anegout sudah KO’ tertidur pulas dan ngorok’ ... No Man’ perlahan Anegout mengangkat Springfield sambil arahkan ujung laras kebayangan hitam tersebut, sambil tekan switch senter yang ada dikepala, arahkan sinarnya dari atas perlahan menurun kebawah ..... terlihat sinar matanya merah kehijau-hijauan dengan santai dia bergerak maju berjalan perlahan , tidak curiga sedikitpun dan tidak lari walau aku agak tergesa memainkan lampu senterku juga karena arah anginpun mendukung bahkan hampir tidak ada angin yang berhembus kemudian ..”krosak krosak.. ngosh ngosh !!” dari arah belakang bermunculan pasukan para anak buahnya mengiringi jalannya .... Wow’ ck..ck. aku bergumam dalam hatiku banyaknya lebih kurang total semuanya ada 14 (empat belas) ekor...!!! kemudian aku arahkan bidikan ini kebagian “Dada Sang Komandannya” (waroknya), sorry Anegout bukan Sniper Profesinal yang ngebidik selalu tepat bagian mata’ .... Berdo’a sambil tahan napas perlahan telunjuk jari kananku bergerak ... tepat pada hitungan detik ke: 3 “Klik’” Duuuoooooor...! menggema suara Springfieldku memecahkan kesunyian malam.... dan “Gedebuk” jatuh si komandan sementara yang lainnya cuek aja malah ada bengong kemudian ada 2 (dua) ekor menghampiri sambil dicium-ciumnya sang komandan (sambil bicara : belum pesta kok’ udah mabuk gimana nih komandan). Ah.. kesempatan aku Mig’ lagi nih ada satu ekor mungkin Gundiknya atau Sepianya lagi nyosor-nyosor komandannya ... Aku petik lagi Dooooor!!! .. kena tulang punggungnya tembus leher sambil jerit “Nguuiiiiiiik !!” disitu mereka mulai curiga “Ngash Ngosh..Ngosh !!!” lalu lari berhamburan sambil sleding. Aku tertawa...puas Hua Ha Ha Ha ... menang Aku kena sekarang kalian.
Begitu senangnya Anegout langsung turun merosot dari pohon karet tersebut dan Duk’ Pret aduh.. dengkulku terantuk dan celanaku koyak , tapi sedikit aja.

Begitulah ceritanya pengalaman Si Anegout tentang MISTERI SIREP SI BABI HUTAN...’ Cerita ini beneran kalau Anegout bikin cerita nggak pernah bohong / cipoa.

Salam untuk semua yang baca.

Dan jangan lupa jika ada waktu singgah sekejap klik : http://www.apenta.com/?ref=trace


Apakah anda tertarik pada isi dari judul posting saya ini?

Penyampaian Saudara & Sahabat